
TL;DR
Prive termasuk dalam kelompok debit: nilainya bertambah di sisi debit dan berkurang di sisi kredit. Prive adalah akun yang mencatat pengambilan aset perusahaan oleh pemilik untuk keperluan pribadi. Dalam persamaan akuntansi, prive mengurangi ekuitas pemilik dan muncul sebagai pengurang modal dalam laporan perubahan ekuitas.
Saat belajar akuntansi dasar, satu pertanyaan yang sering muncul adalah: prive itu masuk debit atau kredit? Kebingungan ini wajar karena prive adalah akun yang agak unik: letaknya di kelompok ekuitas, tapi perilakunya mirip akun pengurang, bukan penambah. Memahami posisinya dalam sistem pencatatan ganda bukan soal hafalan, melainkan soal memahami logika di balik persamaan akuntansi.
Apa Itu Prive dalam Akuntansi
Prive adalah akun yang mencatat pengambilan aset perusahaan oleh pemilik untuk keperluan di luar bisnis. Misalnya, pemilik perusahaan perseorangan mengambil uang dari kas perusahaan untuk biaya pribadi seperti keperluan rumah tangga atau liburan. Pengambilan itu tidak boleh langsung dikurangi dari akun modal, melainkan dicatat terlebih dahulu di akun prive.
Istilah “prive” berasal dari bahasa Prancis (privé) yang artinya “pribadi” atau “privat”. Dalam akuntansi berbahasa Inggris, konsep ini dikenal dengan istilah owner’s drawings atau owner’s withdrawal. Ketiganya merujuk pada hal yang sama: aliran aset dari perusahaan ke tangan pemilik untuk keperluan bukan-bisnis.
Akun prive hanya ada di perusahaan dengan struktur kepemilikan perseorangan atau persekutuan, di mana batas antara keuangan pribadi pemilik dan keuangan perusahaan secara hukum masih menyatu. Di perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT), konsep yang setara adalah pengambilan dividen, yang pencatatannya berbeda.
Jawaban: Prive Termasuk Debit
Prive termasuk akun yang bertambah di sisi debit. Artinya, setiap kali terjadi pengambilan oleh pemilik, sisi debit akun prive dicatat sebagai penambahan, dan sisi kredit akun yang dikurangi (biasanya kas atau aset lain) dicatat sebagai pengurangan.
Contoh jurnalnya:
Pemilik mengambil uang kas Rp2.000.000 untuk keperluan pribadi.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Prive | Rp2.000.000 | |
| Kas | Rp2.000.000 |
Logika di balik pencatatan ini mengikuti aturan dasar akuntansi berpasangan (double-entry bookkeeping): setiap transaksi memengaruhi minimal dua akun dengan nilai yang seimbang di kedua sisi. Kas berkurang (kredit, karena kas adalah aset yang bertambah di debit), sementara prive bertambah (debit).
Baca juga: Sejarah Singkat Akuntansi: Dari Mesopotamia hingga Indonesia
Mengapa Prive Bertambah di Debit
Untuk memahami mengapa prive bertambah di debit, perlu dipahami dulu bagaimana sistem debit-kredit bekerja berdasarkan persamaan akuntansi dasar:
Aset = Liabilitas + Ekuitas Pemilik
Ekuitas pemilik bertambah di sisi kredit (modal disetor, laba ditahan) dan berkurang di sisi debit. Prive adalah komponen yang mengurangi ekuitas pemilik. Karena mengurangi ekuitas, prive dicatat di sisi debit. Ini konsisten dengan logika: akun yang mengurangi kelompok kredit akan berada di sisi debit.
Cara mudah mengingatnya: prive berperilaku seperti akun beban dari sudut pandang dampaknya terhadap ekuitas, meski secara klasifikasi ia bukan beban. Beban juga bertambah di debit karena mengurangi ekuitas melalui pengurangan laba. Prive mengurangi ekuitas langsung, tanpa melalui laba rugi.
Letak Prive dalam Laporan Keuangan
Akun prive tidak masuk ke laporan laba rugi. Ini penting dan sering jadi sumber kebingungan. Pengambilan oleh pemilik bukan biaya operasional bisnis, sehingga tidak mengurangi laba atau rugi perusahaan dalam periode berjalan.
Prive muncul di laporan perubahan ekuitas (atau laporan perubahan modal) sebagai pengurang. Formatnya kurang lebih seperti ini:
- Modal awal periode: Rp50.000.000
- Laba bersih periode ini: Rp10.000.000
- Prive (pengambilan pemilik): (Rp2.000.000)
- Modal akhir periode: Rp58.000.000
Pada akhir periode akuntansi, saldo akun prive dipindahkan ke akun modal sebagai pengurang, sehingga akun prive kembali ke nol untuk periode berikutnya. Proses ini disebut penutupan akun (closing entry). Sesuai standar akuntansi yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, penyajian perubahan ekuitas harus memperlihatkan komponen-komponennya secara terpisah, termasuk pengambilan oleh pemilik.
Perbedaan Prive dengan Beban dan Utang Pemilik
Dua konsep yang sering tertukar dengan prive:
Prive vs. Beban. Beban adalah pengeluaran yang timbul dari operasional bisnis, seperti gaji karyawan, sewa kantor, atau biaya listrik. Beban mengurangi laba dan dilaporkan di laporan laba rugi. Prive adalah pengambilan pribadi pemilik yang tidak ada kaitannya dengan operasional bisnis dan tidak muncul di laporan laba rugi.
Prive vs. Utang Pemilik. Jika pemilik mengambil uang perusahaan dengan perjanjian akan dikembalikan, maka pengambilan itu dicatat sebagai piutang kepada pemilik (atau utang pemilik kepada perusahaan), bukan prive. Prive hanya digunakan untuk pengambilan yang bersifat definitif, bukan pinjaman sementara.
Kesalahan Umum dalam Mencatat Prive
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam pencatatan prive:
- Mencatat prive sebagai beban operasional. Ini akan membuat laba perusahaan tampak lebih kecil dari seharusnya, karena pengambilan pribadi pemilik masuk mengurangi laba bersih.
- Tidak membuat jurnal penutup di akhir periode. Jika saldo prive tidak dipindahkan ke modal, saldo akun prive akan terakumulasi dari periode ke periode dan laporan perubahan ekuitas menjadi tidak akurat.
- Mencatat langsung ke akun modal. Meski secara matematis menghasilkan angka yang sama di akhir periode, mencatat langsung ke modal melewati detail informasi yang berguna untuk analisis berapa banyak pemilik mengambil dari bisnisnya sepanjang tahun.
Memahami bahwa prive termasuk debit adalah langkah awal. Yang lebih penting adalah memahami mengapa demikian, sehingga ketika menghadapi variasi soal atau situasi akuntansi yang lebih kompleks, logika pencatatannya bisa diterapkan dengan benar tanpa perlu menghafal kasus per kasus. Kementerian Keuangan menekankan pentingnya pencatatan yang benar sebagai dasar laporan keuangan yang andal, baik untuk bisnis swasta maupun entitas publik.

